Archive for March, 2008

Dipetik dari buku Benteng Tauhid oleh Sekumpulan Ulama’: Abdul Rahman al-Sa’dy, Syeikh Abdul Aziz bin Baaz, Syeikh Muhammad Salih al-Uthaimin, Syeikh Abdullah bin Abdul Rahman al-Jabrin, diterbitkan oleh Daar al-Qasim, Riyad, Arab Saudi. Disunting ke bahasa Melayu oleh Syafrein Effendi bin Usman dari terjemahan bahasa Indonesia.

Segala puji bagi Allah dan semoga selawat dan salam sentiasa tercurah untuk Rasulullah (s.a.w), keluarga, para sahabatnya dan untuk seluruh orang yang mengikuti petunjuknya.

Ramai orang yang bertanya tentang hukum memperingati maulid Nabi (s.a.w) dan berdiri bersama ketika peringatan berlangsung serta memberi salam kepada Nabi (s.a.w) dan hal lainnya yang dilakukan orang pada peringatan tersebut.

Jawapannya:

Tidak boleh memperingati hari maulid Nabi (s.a.w) dan maulid (kelahiran) siapa pun kerana hal itu merupakan bid’ah yang diada-adakan dalam agama. Rasulullah (s.a.w), Khulafa’ Rasyidin, dan para sahabat, begitu pula para tabi’in yang berada dalam kurun terbaik tidak pernah melakukannya. Padahal mereka adalah orang yang paling mengerti dengan sunnah dan orang yang paling sempurna cintanya kepada Rasulullah (s.a.w) serta paling konsisten dalam mengikuti syariatnya dibandingkan dengan orang yang datang setelah mereka.

Nabi (s.a.w) bersabda (mafhumnya): “Barangsipa yang mengada-adakan dalam urusan agama kami tanpa ada dasarnya, maka hal itu akan ditolak (tidak diterima).”

Dalam hadis lain beliau bersabda (mafhumnya): “Berpegang teguhlah kamu kepada sunnahku dan sunnah para Khulafa al- Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku, berpegang teguhla dengannya dan hindarilah oleh kamu sekalian hal-hal yang diada-adakan dalam agama. Sesungguhnya setiap hal yang dada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu adalah sesat.”

Dua hadis ini merupakan peringatan yang keras kepada kita agar tidak mengada-adakan bid’ah dan mengamalkannya.

Allah Ta’ala berfirman (mafhumnya):

… dan apa jua perintah Yang dibawa oleh Rasulullah (s.a.w) kepada kamu maka terimalah serta amalkan, dan apa jua Yang dilarangNya kamu melakukannya maka patuhilah laranganNya. [al-Hasyr 59: 7]

… oleh itu, hendaklah mereka Yang mengingkari perintahNya, beringat serta berjaga-jaga jangan mereka ditimpa bala bencana, atau ditimpa azab seksa Yang tidak terperi sakitnya. [al-Nur 24: 63]

Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah (s.a.w) itu contoh ikutan Yang baik, Iaitu bagi orang Yang sentiasa mengharapkan (keredaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang) [al-Ahzab 33: 21]

Dan orang-orang Yang terdahulu – Yang mula-mula (berhijrah dan memberi bantuan) dari orang-orang “Muhajirin” dan “Ansar”, dan orang-orang Yang menurut (jejak langkah) mereka Dengan kebaikan (iman dan taat), Allah reda akan mereka dan mereka pula reda akan Dia, serta ia menyediakan untuk mereka Syurga-syurga Yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; itulah kemenangan Yang besar. [al- Taubah 9: 100]

.. pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu ugama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi ugama untuk kamu. maka sesiapa Yang terpaksa kerana kelaparan (memakan benda-benda Yang diharamkan) sedang ia tidak cenderung hendak melakukan dosa (maka bolehlah ia memakannya), kerana Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. [al-Maidah 5: 3]

Dan banyak lagi ayat-ayat lain yang semakna dengan ini. [Bersambung]

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.

medmedan01.jpg

Adegan ciuman biasa dilakukan di filem-filem Hollywood, namun jika dilakukan secara beramai-ramai di khalayak umum hanya ada di Bali. Tepatnya di Banjar Kaja, kelurahan Sesetan, Kota Denpasar.

Di kampung ini ratusan muda-mudi saling rangkul dan peluk cium dengan lawan jenis di jalan umum dan disaksikan orang ramai pada petang Sabtu, 8 Mac 2008 seperti dilaporkan Antara.

Sekitar 300 jejaka dan dara penduduk Banjar Kaja, mengambil bahagian dalam tradisi peluk cium yang diberi nama “Med-medan”, di sebatang jalan raya Sesetan, di bawah simbahan air hujan buatan.

Peserta meda-medan

Tradisi yang diadakan setiap tahun, yakni sehari setelah umat Hindu menunaikan tapa brapa penyepian menyambut tahun baru Saka 1930, tidak saja dibanjiri ribuan penonton dari sejumlah daerah di Pulau Dewata, tetapi juga para wisatawan mancanegara (pelancong luar negara).

Dengan kamera yang dibawa, beberapa “bule” (orang putih) tampak berusaha mengambil gambar atas adegan yang cukup langka dan unik tersebut, meski mereka harus turut berdesakan dan sesekali terkena air yang disiramkan pihak penyelenggara.

Lokasi meda-medan

Atraksi yang hanya boleh dilakukan pria dan wanita yang masih berstatus bujang dan dara serta khusus bagi penduduk dari Dusun Kaja tersebut, dimulai dengan pengelompokan para peserta.

Peserta pria berkelompok dan berbaris di bagian utara jalan, sedang kelompok wanita berderet di selatan jalan, dengan jarak sekitar 25 meter.

Para penonton berdesakan melihat adegan med-medan

Dari dua arah tersebut, masing-masing kelompok yang sudah mengenakan kaos (baju T) warna putih bertuliskan “Med-medan”, mulai saling bergerak dan bertemu di tengah arena, yang di pingir kiri kanannya dipadati penonton dan panitia pengawas “pertandingan”.

Saat kedua kelompok saling bertemu itulah, mereka kemudian melakukan adegan peluk cium antara pasangan berlawanan jenis.

Adegan “mesra” tersebut baru terhenti setelah pihak penyelenggara atau pengawas “pertandingan” menyiramkan air ke arena “Med-medan”. Namun demikian, tampak pula ada sejumlah peserta yang bandel (degil), mereka tetap “lengket” (melekat) meski telah dua sampai tiga ember (baldi) air disiramkan tepat di atas kepala “pasangan” tersebut.

Peserta meda-medan sedang berbaris

Kelian Banjar Kaja Sesetan I Wayan Sunarya mengatakan, tradisi yang sudah dimulai sejak ratusan tahun silam itu, setiap tahun harus digelar (diselenggarakan) oleh warga di daerahnya.

Pernah acara itu dilarang untuk dilakukan, yakni pada masa jaya-jayanya Orde Baru, ternyata sempat membawa bencana bagi warga di dusun tersebut, baik berupa sakit-sakitan atau musibah lainnya.

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan muncul kembali di lingkungan warga kami itulah, ‘Med-medan’ tetap harus diadakan setiap tahun, yakni sehari setelah Hari Suci Nyepi,” ucapnya.

Peserta yang boleh ambil bahagian dalam kegiatan ini, hanyalah remaja yang berusia antara 17 hingga 30 tahun. Itupun, kata Sunarya, harus mereka yang betul-betul masih berstatus perjaka dan perawan.

“Di luar itu, tidak dibenarkan. Demikian juga penduduk yang berasal dari luar Banjar Kaja, juga tidak boleh ambil bagian, kecuali hanya sekedar hadir untuk menonton,” ujar Sunarya menjelaskan. (Antara)

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.

Serang (ANTARA News) – Penyebaran virus HIV/AIDS sudah sangat mengkhawatirkan, karena hingga saat ini sudah merata ada di 33 provinsi di Indonesia dan yang paling dominan penularannya melalui hubungan seks bebas dan melalui narkoba suntik, terutama di wilayah Pulau Jawa.

“Penanganan HIV/AIDS oleh pemerintah pusat sudah banyak dan sangat responsif, tapi di pemerintah daerah belum menunjukkan komitemennya secara maksimal,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Dr. Nafsiah Mboi di Serang, Banten, Jumat.

Ditemui di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KPA se-Indonesia di Serang, Banten, Nafsiah mengatakan hingga kni diperkirakan lebih 200 ribu orang di Indonesia terkena virus mematikan tersebut. Sebab, hingga Tahun 2006 sudah ada 193 ribu orang penderita HIV/AID atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sebagian di antaranya masih ada yang belum mengetahui kalau dirinya sudah terkena penyakit tersebut.

Penderita HIV/AIDS, kata dia, paling terutama di kalangan remaja dengan usia umumnya 20 sampai 29 tahun, sedangkan penularannya yang paling dominan, yakni melalui narkoba yang menggunakan jarum suntik dan seks bebas. Bahkan, kecenderungan ke depan penyebaran virus tersebut akan terus bertambah, terutama pada kaum laki-laki yang melakukan seks bebas atau berganti-ganti pasangan.

Dalam upaya pencegahan penularan melalui narkoba suntik, kata Nafisah, ada beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jatim, Yogyakarta, Bali, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara sudah melakukan pelayanan Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM), yakni dengan memberikan Metadon sejenis narkoba sintesis kelas dua dengan sekali suntik dalam sehari namun tidak menyebabkan kecanduan. Tujuannya untuk melakukan terapi bertahap bagi pengguna narkoba suntik tersebut.

Sementara itu, Ketua Kordinator Wilayah KPA Jawa-Bali, Inang Winarso, mengatakan dari perkiraan 220 ribu orang pengguna narkoba suntik, 46 ribu orang diantaranya sudah masuk dalam program pencegahan, salah satunya melalui PTRM, seperti di Jawa Barat dari 80 persen penderita HIV/ Aids yang menggunakan narkoba suntik sudah menurun menjadi 20 persen.

Sementara di Provinsi Banten, kata Winarso, ada sekitar 6.950 orang yang tekena virus HIV, namun baru sekitar 1000 orang yang terungkap. Dengan demikian, masih ada 5.500 orang yang belum diketahui termasuk ribuan yang menggunakan narkoba suntik.

Sedangkan di seluruh Indonesia, baru ada 24 titik lokasi untuk program PTRM yang paling banyak berada di DKI Jakarta yakni ada 11 lokasi, Jawa Barat tiga lokasi, sedangkan di Banten belum ada,` katanya. (Antara)

Oleh Rosliwaty Ramly

KUALA LUMPUR, 13 Mac (Bernama) — Laporan Perdana Tabung Kanak-kanak Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu (UNICEF) – Kedudukan Kanak-kanak di Dunia – tahun ini menilai situasi survival kanak-kanak dan penjagaan kesihatan asas bagi ibu, bayi baru lahir dan kanak-kanak, menunjukkan kedudukan isu-isu ini semasa umat manusia mengecapi kemajuan.

Laporan global itu akan disiarkan di Malaysia sempena Hari Kesihatan Sedunia 2008, yang akan disambut dengan rasminya pada 7 April.

Dengan lebih kurang 26,000 kanak-kanak di bawah umur lima tahun meninggal dunia setiap hari, dan tempoh tamat bagi Matlamat Pembangunan Milenium (MDG)4 – yang bertujuan mengurangkan mortaliti kanak-kanak sebanyak dua pertiga antara tahun 1990 dan 2015 – semakin dekat, timbul soalan-soalan kritikal, khasnya: bagaimana momentum terhadap survival maternal, bayi baru lahir dan kanak-kanak dapat dikekalkan serta kemajuan dipercepatkan dalam baki tempoh lapan tahun ini.

Menurut Wakil UNICEF Malaysia En. Youssouf Oomar, kadar mortaliti kanak-kanak pada amnya diiktiraf sebagai petunjuk terbaik kesejahteraan penduduk kanak-kanak dan juga satu penilaian pembangunan keseluruhan sesebuah negara.

“Isu-isu ini merupakan kayu ukur sensitif pembangunan serta kesejahteraan sesebuah negara dan juga sebagai bukti keutamaan dan nilai-nilainya. Melabur dalam kesihatan kanak-kanak dan ibu mereka merupakan elemen penting dalam hak asasi dan satu-satunya cara pasti bagi sesebuah negara untuk menetapkan haluan menuju masa depan yang lebih baik,” kata En.Oomar.

PENJAGAAN IBU DAN BAYI

Di Malaysia, kesihatan ibu dan bayi telah menyaksikan penambahbaikan dramatik sepanjang era pasca kemerdekaan, dengan paras hari ini hampir sama dengan negara-negara maju:

* Kadar mortaliti bawah lima tahun (U5MR) telah menurun daripada 57 peratus bagi setiap 1,000 kelahiran hidup pada 1970, kepada 22 pada 1990 dan seterusnya 12 pada 2006.

* Kadar mortaliti bayi (IMR) telah menyusut daripada 41 bagi setiap 1,000 kelahiran hidup pada 1970, kepada 16 pada 1990 dan seterusnya 10 pada 2006.

* Nisbah mortaliti maternal (MMR) menurun ke separuh antara 1957 dan 1970 apabila ia menyusut daripada sekitar 280 kepada 141 bagi setiap 100,000 kelahiran hidup. Menjelang 1990-an, MMR menyusut lagi dan kini berada di paras lebih kurang 33 bagi setiap 100,000 kelahiran hidup (lebih kurang 160 kematian maternal yang dilaporkan setiap tahun).

Pengalaman Malaysia yang disifatkan menakjubkan ialah dalam usaha mengurangkan mortaliti kanak-kanak dan maternal yang merupakan hasil sinergi barisan luas dasar, strategi dan program yang telah menangani capaian kepada khidmat penjagaan kesihatan menerusi dimensi sosio-ekonomi, budaya, pendidikan, gender dan kemiskinan.

Bagaimanapun, selepas mencapai paras yang rendah, trend kebelakangan ini menunjukkan paras itu semakin mantap sementara jurang bandar-luar bandar semakin ketara.

Punca utama kematian di Malaysia bagi kanak-kanak di bawah usia satu tahun adalah keadaan perinatal, sementara septisemia dan pneumonia merupakan punca utama kematian kanak-kanak dalam kategori umur 1-5 tahun.

MORTALITI MATERNAL

Daripada segi mortaliti maternal atau keibuan, petunjuk-petunjuk proksi menunjukkan kadar lebih tinggi adalah di Sabah dan juga di kalangan penduduk Orang Asli di Semenanjung.

Pada masa yang sama, negara kini di peringkat peralihan epidemiologi di mana penyakit-penyakit tidak berjangkit dan penyakit kelamin seperti HIV semakin meningkat, khasnya di kalangan wanita.

Berdasarkan kepada pengalaman lepas, laporan UNICEF menunjukkan bagaimana pakar-pakar kesihatan maternal, bayi dan kanak-kanak semakin menumpukan pada satu set prinsip strategik bagi kesihatan dan survival kanak-kanak.

Prinsip-prinsip ini boleh memberikan dorongan perlu untuk mencapai MDG berkaitan kesihatan, termasuk:

* Mengiktiraf keperluan bagi perkongsian masyarakat untuk membantu keluarga dalam menambahbaik amalan penjagaan kesihatan bagi kanak-kanak, khasnya di negara-negara dengan sistem penjagaan kesihatan yang lemah.

* Menyediakan penjagaan berterusan bagi ibu, bayi baru lahir dan kanak-kanak dengan menyusun sistem penyampaian pada titik-titik penting kitaran hayat.

* Memperkukuhkan sistem penjagaan kesihatan dengan menawarkan sokongan lebih utuh bagi negara-negara membangun dalam perancangan negara, dasar dan rangka kerja belanjawan bagi MDG berkaitan dengan kesihatan.

* Meningkatkan usaha di peringkat kebangsaan dan antarabangsa dengan tumpuan utuh terhadap penyelarasan, pengharmonian dan keputusan.

“Peruntukan penjagaan-kesihatan mestilah sesuai dengan had-had sumber manusia dan kewangan, konteks sosio-ekonomi, kapasiti sedia ada pada sistem kesihatan negara dan, akhirnya, tindakan segera untuk mencapai keputusan,” tambah En.Oomar.

“Satu kajian terhadap strategi-strategi ini menawarkan perspektif penting terhadap situasi semasa dan membantu dalam melangkah ke hadapan dalam usaha menentukan survival kanak-kanak.”

“Cabarannya ialah untuk memastikan kanak-kanak dapat mencapai penjagaan kesihatan berterusan, bersama sokongan sistem kesihatan kebangsaan yang utuh serta pembabitan masyarakat tempatan,” demikian ditekankan oleh En.Oomar.

– BERNAMA

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.

PULAU PINANG, 14 Mac (Bernama) — Penasihat Parti Keadilan Rakyat (PKR), Datuk Seri Anwar Ibrahim hari ini mengelak daripada menyatakan pendiriannya sama ada menyokong atau membantah penghapusan Dasar Ekonomi Baru (DEB).

Beliau sebaliknya mengalihkan perhatian kepada Agenda Ekonomi Malaysia yang sudah dirangka bagi menjaga kepentingan kaum Melayu di peringkat bawahan dan pertengahan.

Walaupun diasak oleh pemberita dengan pelbagai soalan berkaitan pendiriannya mengenai dasar itu, Anwar berkata agenda ekonomi yang hendak diperkenalkan oleh PKR dan DAP adalah lebih baik dan telahpun merangkumi sebahagian matlamat DEB terutama dalam isu membasmi kemiskinan.

Ketika bercakap kepada pemberita selepas mengadakan kunjungan hormat ke atas Ketua Menteri Pulau Pinang, Lim Guan Eng di pejabatnya di sini, beliau sebaliknya menuduh media sengaja memutarbelitkan isu DEB ini yang hanya untuk menjaga kepentingan segolongan kecil kumpulan yang merompak kekayaan orang Melayu.

“Kita sudah merangka lima perkara dalam Agenda Ekonomi Malaysia, tetapi media tempatan memutarbelitkannya kerana mahu menjaga kepentingan golongan kecil.

“Aspek DEB yang basmi kemiskinan tu ada (dalam Agenda Ekonomi Malaysia) dan anda kena baca lima prinsip agenda itu. Cadangkan editor akhbar baca agenda ekonomi Malaysia,” katanya.

Terdahulu, Anwar meminta semua pihak, termasuk Umno Pulau Pinang, supaya memberi masa kepada kerajaan negeri pakatan DAP-PKR di negeri ini untuk membuktikan kepimpinan mereka.

Katanya kerajaan baru itu belumpun sampai seminggu dan adalah tidak wajar mereka dikritik dan dihentam secara melulu.

“Beri mereka masa untuk membuktikan kebolehan, bukan hentam dengan pelbagai isu,” katanya.

Mengenai kemelut pembentukan kerajaan negeri di Perak, Anwar mengakui memang terdapat masalah pada mulanya mengenai perkara itu tetapi kini ia dapat diselesaikan secara bersama dengan pakatan pembangkang yang lain.

“Kita telah mencapai persetujuan dan biarlah orang di Perak yang mengumumkan. Kita tunggu pengumuman daripada Sultan,” katanya.

– BERNAMA

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.

PUTRAJAYA, 15 Mac (Bernama) — Berikut ialah sedutan temuramah pengacara Bernama TV (BTV) Sherkawi Jirim bersama Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi di Seri Perdana, di sini semalam.

Temuramah selama 30 minit itu menyentuh pelbagai perkara berhubung pilihan raya umum ke-12 yang baru berakhir, termasuk penjelasan beliau mengenai faktor yang menyebabkan Barisan Nasional (BN) gagal mempertahankan majoriti dua pertiga bagi kerusi Parlimen.

BTV: Bernama TV mengucapkan setinggi penghargaan kerana hari ini kami di Seri Perdana, Putrajaya bersama Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi, ini merupakan satu penghormatan tidak terhingga diberi peluang mewawancara Yang Amat Berhormat Datuk Seri.

Jadi berdasarkan keputusan pilihan raya yang baru lepas, mungkin Datuk Seri ingin memberi huraian berhubung keputusan pilihan raya kali ini.

PM: Saya terima baik apa yang telahpun menjadi keputusan rakyat yang menentukan kedudukan parti-parti yang mengambil bahagian. Yang kedua, yang telah saya akui bahawa keputusan yang telah kami perolehi itu jauh lebih berbeza, merosot daripada keputusan tahun 2004. Ini tentu sekali ada sebab-sebabnya dan yang utama sekali ialah rakyat hendak menyatakan kami kurang puas hati, dalam empat tahun saya menjadi pemimpin kerajaan dan dengan itu mereka mengkehendaki perubahan.

Dan dengan itu mana yang boleh saya laksanakan akan saya laksanakan. Saya memahami apa yang menjadi kehendak rakyat. Mungkin dalam pelaksanaan itu ada kekurangan dan kelemahan, maka itu akan diperbetulkan.

BTV: Selama empat tahun Datuk Seri memimpin negara, kami percaya banyak cabaran dan dugaan yang terpaksa Datuk Seri hadapi, secara peribadi apakah sebenarnya cabaran yang paling hebat selama empat tahun menjadi Perdana Menteri.

PM: Yang pertamanya ialah memahami semua masalah-masalah yang timbul terutamanya perhubungan antara kaum. Dengan isu-isu yang timbul dari semasa ke semasa. Ini saya kena pastikan hubungan itu sentiasa dalam keadaan yang baik dan ada perasaan saling hormat menghormati dan muhibah.

Yang keduanya yang penting juga iaitu keamanan dan keselamatan supaya terus dinikmati oleh rakyat. Saya juga menghadapi masalah yang besar sekarang ini ialah masalah inflasi ekoran kenaikan harga minyak yang naik begitu tinggi sekali. Ini bukanlah perkara yang mudah dihadapi tetapi kita telah hadapi selama ini dan akan terus menghadapi masalah ini dalam pemerintahan yang baru ini.

Selain itu ekonomi negara mesti terus berkembang dan kukuh. Kita mahu apa yang berlaku pada ekonomi negara kita ini ialah satu kejayaan yang kita perolehi walaupun sikit demi sedikit tapi adalah kejayaan yang diharapkan oleh rakyat.

Kekuatan ekonomi itulah yang akan menjamin kita mendapat pelaburan dan juga menjayakan apa-apa juga projek yang kita nak laksanakan. Perubahan sekarang sudah timbul iaitu anak-anak muda kita yang menjadi pengundi pada pilihan raya, mereka ada aspirasi mereka dalam negara ini. Apakah harapan mereka yang perlu kita laksanakan.

Pemikiran mereka hari ini mungkin berlainan. Harapan mereka itu tidak sama dengan orang-orang tua dahulu ataupun semasa saya muda dahulu, 30 atau 40 tahun dahulu. Jadi beza ini perlu dikenali dan difahami. Apa yang dikehendaki oleh mereka ini perlu kita respond dengan sebaik-baiknya supaya mereka memahami bahawa ini merupakan satu-satunya negeri yang kami rasa ada harapan untuk hidup, harapan untuk berjaya dalam karier masing-masing, harapan untuk mendapat peluang pekerjaan, harapan untuk mendapat peluang-peluang dalam kerjaya yang mereka minati.

Ini adalah keperluan-keperluan yang perlu diberi perhatian dan ini adalah keperluan baru jika dibandingkan berlaku sudah lama dan kita kena address isu-isu seperti ini. Saya harap dalam address isu-isu seperti ini, apa yang saya perlu perolehi ialah kefahaman dan kerelaan untuk bekerjasama bagi menjayakan projek-projek, rancangan-rancangan atau dasar-dasar baru yang akan dilaksanakan.

BTV: Selepas keputusan pilihan raya diumumkan, banyak pihak meragui tentang kedudukan Datuk Seri sendiri, malah ada pihak yang kata Datuk Seri mesti bersara, tetapi Alhamdulillah setakat ini Datuk Seri mendapat sokongan yang begitu kuat, bukan sahaja daripada Umno tetapi juga daripada parti-parti komponen BN. Komen Datuk Seri.

PM: Saya menghargai sokongan yang diberikan oleh pemimpin dan ahli-ahli Umno serta pemimpin parti komponen BN. Saya juga faham walaupun sokongan yang diberikan kepada BN yang saya pimpin itu merosot berbanding yang diberikan pada 2004, tetapi majoriti yang diperolehi pada waktu ini adalah satu majoriti yang kuat, hanya lapan yang kurang daripada angka 148 untuk menjadikan sokongan itu dua pertiga.

Ini masih berupa amanah, mandat yang diberikan kepada saya, saya tidak akan lari daripada tanggungjawab saya untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh rakyat daripada apa yang dapat saya baca berdasarkan tahap sokongan yang mereka (rakyat) berikan itu.

BTV: Bernama TV menghormati pendirian Datuk Seri. Rata-rata sekarang apa yang diperkatakan orang ramai ialah kabinet yang akan diumumkan oleh Datuk Seri, mungkin boleh beri bayang-bayang kabinet yang akan diumumkan itu.

PM: Sudah semestinya kabinet itu akan dianggotai oleh pemimpin-pemimpin yang berwibawa dan mampu melaksanakan apa juga yang telahpun dirancangkan. Kita mahu transformasi yang hendak dibawa itu mesti dilaksanakan sebaik-baiknya.

Perlu juga diambil kira kabinet akan terdiri daripada menteri-menteri daripada kaum-kaum di negara kita ini sama ada Cina, India, Iban dan Kadazan, semua mereka akan ada dalam kabinet. Juga penting kabinet juga akan ada muka-muka baru yang saya pilih.

BTV: Apakah kemungkinan menteri-menteri yang tewas dalam pilihanraya lalu akan dilantik semula sebagai menteri berasaskan kepada kebolehan dan kepakaran mereka.

PM: Yang sudah tewas kita tidak ada cadangan untuk melantik semula.

BTV: Terima Kasih Datuk Seri…Satu lagi yang menarik, kalau dilihat pada keputusan pilihan raya, sebenarnya banyak isu-isu yang dibangkit terutama oleh parti-parti pembangkang ketika kempen pilihan raya, kadang-kadang isu dibangkitkan itu kelihatan remeh tetapi akhirnya memberi kesan.

Pada pandangan Datuk Seri apakah sebenarnya isu-isu yang digunakan oleh parti pembangkang sehingga berjaya melakukan sesuatu yang dianggap luar biasa itu.

PM: Isu-isu yang ada hubung-kait dengan apa yang mereka anggap rakyat tidak puas hati yang mereka ambil kesempatan untuk mengeksploitasikan habis-habis. Isu kenaikan harga barang, harga minyak… ini yang menjadi isu yang cukup penting, juga isu-isu berkaitan pelbagai kaum, jenayah, rasuah…itu selalu disebut-sebut berulang kali. Itu perkara-perkara yang mereka tahu rakyat kurang senang dan maka itu memberikan jalan mudah kepada mereka untuk mendapatkan sokongan.

Tetapi ini isu-isu yang saya tidak lupa, perlu saya akan ambil segala tindakan untuk menyelesaikan isu-isu berkenaan, ini penting, akan menjadi perkara “top priority” dalam pentadbiran yang akan saya laksanakan.

BTV: Sokongan kaum India, Cina dan Melayu sendiri terutamanya terhadap BN dilihat sedikit menurun berbanding masa lalu, kenapa ini berlaku.

PM: Perkara ini timbul kerana adanya perasaan-perasaan tidak puas hati tentang pengagihan pelbagai kemudahan sama ada projek dan lain-lain perkara, jadi ini yang ada hubung kait dengan pelaksanaan program-program dan projek-projek yang telahpun ditetapkan oleh kerajaan. Mereka tidak menentang, tidak mengatakan tidak puas hati dengan rancangan pembangunan yang ditetapkan, mereka mempersoalkan tentang pelaksanaan itu yang mereka kurang puas hati mengenainya.

Maka dengan itulah saya akan memberi perhatian, dalam pemerintahan nanti akan memberi perhatian sepenuhnya mengenai pelaksanaan. Dasar-dasar telah kita tetapkan, projek-projek telah mula dilaksanakan, atau sekurang-kurangnya telah dilancarkan untuk pelaksanaan, maka untuk empat lima tahun akan datang ini, yang akan saya berikan perhatian ialah yang berkaitan pelaksanaan, memperbetulkan pelaksanaan, memastikan pengagihan yang saksama antara semua kaum, memastikan semuanya berjalan dengan sebaik-baiknya dan berkesan dan menepati dengan apa yang dikehendaki oleh rakyat, itu yang akan saya berikan penekanan.

Satu lagi berkaitan dengan keamanan dan keselamatan, ini juga akan diutamakan, saya mahu negara kita aman dan selamat. Undang-undang ada, tidak berubah walaupun pilihan raya menunjukkan tahap sokongan yang kurang berbanding dahulu. Undang-undang masih boleh dipakai, masih boleh dikuatkuasa dan saya akan melaksanakan, menguatkuasakan undang-undang itu sebab adalah amat penting bagi negara kita ini aman dan selamat.

Kalau tidak selamat, segala macam pembangunan yang hendak dilaksanakan tidak boleh dijalankan dengan betul, baik dan sempurna, jadi ini menjadi satu “pre condition”, syarat pertama bagi menjamin pentadbiran berjalan dengan baik dan pelaksanaan semuanya berjalan dengan baik.

BTV: Banyak juga yang memperkatakan apa akan berlaku kepada projek-projek besar yang sudah dirancangkan sebelum pilihan raya terutama yang melibatkan negeri-negeri yang bukan diperintah oleh BN. Adakah Datuk Seri bercadang untuk meneruskan projek-projek yang dirancangkan itu.

PM: Apapun yang telah dirancangkan, apa yang telahpun dilaksanakan, yang telah ada perjanjian, kontrak atau sebagainya, tidak berubah, ia akan terus dilaksanakan. Itu janji kepada rakyat. Ini rancangan kerajaan federal…kuasa kerajaan federal meliputi semua negeri yang ada di dalam Malaysia ini. Kita akan laksanakan, ini yang penting dijanjikan, sebab tanggungjawab kita untuk semua negeri, sama ada NCER, lebuhraya, jalan raya dan lain-lain yang telahpun ditetapkan untuk dilaksanakan, kontrak yang telah dipersetujui untuk dilaksanakan, saya tidak akan tarik balik, sebaliknya akan dipastikan semua berjalan dengan baik dan elok dan seperti yang diharapkan.

BTV: Berkaitan Umno sendiri, dikatakan salah satu sebab mengapa BN gagal mencapai pencapaian cemerlang adalah kerana adanya krisis dalaman dalam Umno sendiri. Boleh Datuk Seri terangkan lebih lanjut apakah isu dalaman Umno ini dan apakah krisis ini yang menyumbang kepada prestasi kurang menarik daripada Umno dan BN.

PM: Dengan jelas dan berterus-terang saya katakan apa yang berlaku dalam Umno adalah juga berkaitan penamaan calon-calon, ada yang tidak puas hati, ada yang tidak mahu menyokong dan ada yang tidak mahu membantu. Ada macam-macam yang berlaku berkaitan calon yang telah dipilih itu. Kebanyakan yang dihadapi sepanjang pilihan raya adalah berkaitan dengan pemilihan calon. Kita pilih calon dengan berhati-hati, nak pastikan calon itu tidak ada rekod jenayah, rasuah, itu yang penting sekali dan mereka juga bukan dari orang yang muflis atau akan menjadi muflis.

Kita pilih mereka sebaiknya ada hubung-kait dengan kedudukan dalam parti tetapi masih ada lagi ketidakpuasan hati dan inilah satu perkara yang telah melemahkan kempen-kempen kita.

Tetapi saya tidak menafikan bahawa kekuatan dari luar yang tidak mahu menyokong itu adalah juga satu kekuatan yang perlu kita akui kerana ini adalah apa yang diputuskan oleh rakyat dan dikehendaki oleh rakyat. Gabungan luar ini jugalah yang telah merosakkan, tetapi saya ingin berpegang kepada apa yang saya fahamkan iaitu rakyat ingin memberi isyarat dan isyaratnya ialah Pak Lah perbetulkan pelaksanaan, pastikan semuanya berjalan baik, elok dan tegas supaya negara kita ini benar-benar boleh menjadi negara yang selamat untuk semua dan keamanan akan dinikmati oleh semua dan pembangunan akan dilaksanakan sebaiknya tanpa melakukan diskriminasi dan pastikan pengagihan peluang itu adil bagi semua kaum. Ini yang saya faham… ini mesej yang ingin disampaikan.

BTV: Satu lagi yang mungkin Datuk Seri perkatakan sesuatu atau menyeru sesuatu terutamanya kepada parti komponen yang menerima paluan hebat dalam keputusan pilihan raya terutama melibatkan Gerakan, MCA atau MIC misalnya. Mungkin Datuk Seri ingin mengatakan sesuatu kepada parti komponen.

PM: Saya harap mereka memahami kenapa nasib tidak baik sekali dalam parti yang mereka pimpin. Mereka tentu ada buat analisa mengenai perkara ini. Yang pentingnya apa pun hasilnya, dijadikan panduan untuk perbetulkan, jangan nanti pula rasa dah “give up” atau rasa tak nak buat apa-apa lagi kerana terlalu dukacita dengan kekalahan itu. Mereka mesti ambil tindakan yang positif dan tindakan yang tegas bahawasanya apa yang tidak baik yang berlaku yang ada dalam parti diperbaiki. Seperti mana yang saya akan lakukan pada Umno juga dan Barisan Nasional keseluruhannya. Itu penting.

BTV: Seruan Datuk Seri kepada calon-calon terutama daripada BN yang sudahpun berjaya, seperti kata Datuk Seri tadi apa yang berlaku pada pilihan raya lalu ialah seperti protes daripada rakyat terhadap kerajaan BN dan mereka yang berjaya perlu ambil iktibar terhadap apa yang telah berlaku. Nasihat Datuk Seri kepada mereka.

PM: Nasihat saya ialah mereka menjadi wakil rakyat, perlu mewakili rakyat dan perlu berkhidmat untuk rakyat. Memang ada juga antara komplen-komplen yang dibuat mengenai kurangnya perhatian, kurangnya khidmat, kurangnya berkesan, peranan-peranan wakil rakyat sama ada Parlimen atau Dewan Undangan Negeri. Jadi mereka perlu memahami perkara ini dan perlu mengambil tindakan mempastikan apa yang mereka laksanakan di kawasan masing-masing, sama ada berkaitan pembangunan projek-projek kecil, sama ada berkaitan dengan hubungan mereka dengan rakyat dan kumpulan-kumpulan tertentu seperti NGO di kawasan-kawasan mereka.

Mereka mesti laksanakan dengan sebaik-baiknya dan rancangan-rancangan yang lain yang boleh membantu rakyat. Memberi perhatian kepada golongan yang miskin. Mereka mesti faham bahawasanya mereka adalah orang-orang yang diharapkan berkhidmat untuk rakyat. Kerana rakyat yang telah memberikan sokongan kepada mereka untuk menjadi wakil rakyat dan ini kena faham betul-betul, mesti mesra rakyat, jangan sombong. Kalau mereka sombong maka tentu sekali tidak diingini oleh rakyat.

BTV: Itu nasihat kepada calon-calon berjaya yang mewakili BN tetapi pastinya Datuk Seri mempunyai nasihat dan juga teguran kepada calon-calon dari parti pembangkang yang sekarang yang telah membentuk beberapa kerajaan negeri. Kita percaya mereka telah bangkitkan beberapa isu yang boleh menyentuh perasaan kaum lain terutama apabila bercakap mengenai DEB dan hak keistimewaan orang Melayu dan sebagainya. Saya percaya Datuk Seri juga kurang senang dengan keadaan yang sedang berlaku ini. Pandangan Datuk Seri mengenai perkara ini.

PM: Mereka mesti memahami bahawasanya mereka sekarang ini menjadi pemerintah. Kerajaan di negeri-negeri itu adalah kerajaan yang mereka kuasai. Mereka mesti lebih bertanggungjawab apabila mengeluarkan kenyataan-kenyataan. Jangan hanya membuat kenyataan-kenyataan untuk menjadi popular dengan kaum-kaum tertentu sahaja. Apa kenyataan mereka, mesti berhati-hati, hubungan baik antara kaum jangan digugatkan. Jangan membenarkan kaum-kaum tertentu merasa mereka dipinggirkan, mereka tidak diberi perhatian. Dasar-dasar jangan mudah diubahkan… fikirkan habis-habis dulu.

Kenyataan mengenai DEB mestilah menjadi satu kenyataan yang mengambil kira apakah maksud, apakah dasar dan tujuan dasar-dasar itu. Kalau buat ikut suka saja, maka ini akan bawa padah. Ini adalah perkara yang sangat penting untuk mereka fahami. Menjadi kerajaan pemerintah bukanlah sama dengan hanya menjadi parti pembangkang. Parti pembangkang lain peranannya dan pemerintah lain peranannya. Sekarang barulah mereka tahu bukan senang dan mudah.

BTV: Datuk Seri lihat bagaimana parti pembangkang di dalam usaha membentuk kerajaan campuran sendiri telah menampakkan masalah. Komen Datuk Seri mengenai soal ini.

PM: Ini telah tunjukkan bahawasanya apabila nak memerintah ada pelbagai masalah. Itu baru tiga parti, yang kita ada 14 parti. Saya percaya rakyat sedang memerhati apa yang mereka lakukan pada waktu ini.

BTV: Akhir sekali kami memberi peluang kepada Datuk Seri untuk memberi kata-kata kepada rakyat Malaysia yang barangkali telah pun reda sedikit perasaan mereka dengan keputusan pilihan raya yang telah pun diumumkan kerana akhirnya apa yang penting ialah ,sebagai rakyat Malaysia kita mahukan ialah melihat negara yang aman, makmur dan terus maju.

PM: Saya mengambil berat dan perhatian tentang keputusan pilihan raya yang telah kami perolehi baru-baru ini dan apa yang jadi kehendak rakyat dan perkara yang tidak disenangi rakyat boleh menjadi kemarahan rakyat, saya tetap akan address semua ini dan akan perbetulkan apa-apa juga yang jadi kekurangan, kelemahan, kelewatan atau pun kurang keadilan dalam melaksanakan projek-projek yang dijanjikan oleh kerajaan. Ini yang saya akan pastikan.

Kedua, saya mahu pastikan ialah supaya negara kita akan tetap jadi negara yang selamat untuk semua. Keselamatan adalah amat-amat penting. Saya tahu negara yang tidak selamat, tidak ada keamanan. Jika keamanan tidak ada, keselamatan tidak ada, amat susah kita nak membangunkan negara. Saya letakkan keutamaan kepada pembangunan negara, rakyat perlukan pembangunan yang memberi kenikmatan kepada mereka, peluang-peluang yang bermutu yang lebih baik untuk mereka hidup senang dan selesa dalam negara sendiri yang aman dan selamat.

Saya hendak pastikan dan buat perubahan-perubahan yang dijanjikan yang masih banyak lagi yang perlu dilaksanakan. Ini yang saya perlu tegaskan dan saya harap menerima sokongan daripada rakyat. Saya tak akan lari daripada tanggungjawab yang telah diamanahkan kepada kepada saya. Walaupun bukan dua pertiga tetapi majoritinya adalah majoriti yang besar yang membolehkan saya melaksanakan dan memastikan pemerintahan BN berjalan dengan baik dan akan dapat menghasilkan apa yang diharapkan oleh rakyat.

BTV: Terima kasih pandangan yang cukup ikhlas daripada Perdana Menteri dan saya percaya bahawa rakyat Malaysia dapat gambaran jelas tentang pendirian tegas yang disuarakan YB Perdana Menteri.

– BERNAMA

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.

SHAH ALAM, 14 Mac (Bernama) — Pesuruhjaya PAS Selangor Datuk Dr Hassan Ali berkata semua anggota Dewan Undangan Negeri (ADUN) dan Exco daripada parti itu diarahkan menyumbang 30 peratus daripada elaun asas setiap bulan kepada kerajaan negeri.

Beliau berkata sumbangan itu akan digunakan untuk membantu golongan berpendapatan rendah selain melahirkan ADUN dan Exco yang sentiasa bersedia untuk berkhidmat kepada rakyat.

“PAS Selangor akan melaksanakan program-program kebajikan bagi setiap rakyat seperti yang terkandung dalam tawaran pilihan raya yang lepas,” katanya kepada pemberita di Pejabat Perhubungan PAS Negeri di sini hari ini.

Di samping itu, beliau berkata semua Exco, anggota Parlimen dan Adun dari parti itu juga diwajibkan membuat perisytiharan harta di samping tidak terlibat dalam perniagaan secara langsung.

“Kita tidak mahu berlaku konflik kepentingan sekiranya ada Exco yang terlibat dalam perniagaan…ini bagi mengelakkan sekiranya ada tawaran tender atau projek, akan timbul pengagihan yang tidak sama rata,” katanya.

Langkah itu juga bagi memastikan ADUN atau Exco menumpukan untuk berkhidmat kepada rakyat dan mentadbir negeri dan bukannya kepada perniagaan, katanya.

Mengenai pelaksanaan Dasar Ekonomi Baru (DEB) di Selangor di bawah pentadbiran baru kerajaan campuran pembangkang, Hassan yakin komponen yang bagus dalam DEB akan terus dilaksanakan selagi ia dapat memberi manfaat kepada semua kaum.

“Saya tidak nafikan ada beberapa komponen dalam DEB yang bagus. Kita akan ambil komponen yang bagus dan kita akan tolak tepi mana yang tidak bersesuaian. Kita akan tampung kelemahan yang ada dalam DEB itu.

“Dua matlamat DEB iaitu menyusun semula masyarakat dan membasmi kemiskinan. Kita masih melindungi orang Melayu dan pada masa yang sama kesamarataan dan kesaksamaan di kalangan semua kaum akan dapat dilihat dalam 100 hari pentadbiran negeri ini berjalan,” katanya.

Beliau berkata DEB adalah perkara yang terkandung di dalam Perlembagaan Persekutuan yang mesti dihormati.

— BERNAMA

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.

KUALA LUMPUR, 14 Mac (Bernama) — Satu laporan polis dibuat Ketua Penerangan Puteri Umno Bahagian Bandar Tun Razak, Sharifah Aminah Syed Mohssain di Balai Polis Wangsa Maju semalam berikutan pemasangan kain rentang menolak kepimpinan Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi yang memperalatkan nama Puteri Umno.

Ketua Puteri Umno Datuk Noraini Ahmad menafikan pergerakan itu terlibat dalam penyediaan dan pemasangan kain rentang itu dan mendakwa ada pihak tertentu yang memperalatkan nama pergerakan itu untuk menyatakan rasa tidak puas hati mereka.

Beliau yang kesal dengan perbuatan tidak bertanggungjawab itu berkata kain rentang itu dipasang di seluruh kawasan Lembah Klang dan pihak terbabit cuba menggugat keharmonian Umno dengan memperalatkan nama sayap parti itu.

“Perkara ini timbul setelah ahli puteri Umno menyedari ada kain rentang yang dipasang di jejantas Taman Melati yang menolak Pak Lah menjadi Perdana Menteri dan menggunakan nama Puteri Umno.

“Tidak ada kerja lain, banyak duit mereka untuk cetak dan gantung di semua kawasan. Kami dapati semua kain rentang tersebut mempunyai warna, saiz dan bentuk yang serupa tetapi nama bahagian sahaja diubah dan kami syak itu kerja parti pembangkang,” katanya kepada pemberita di Ibu Pejabat Puteri Umno, di Pusat Dagangan Dunia Putra di sini hari ini.

Mengenai tindakan Ketua Menteri Pulau Pinang Lim Guan Eng yang memansuhkan pelaksanaan Dasar Ekonomi Baru (DEB) atas alasan ia punca kronisme, rasuah dan ketidakcekapan pemimpin negara, Noraini berkata Puteri Umno menganggap perbuatan Lim bukan sahaja keterlaluan, malah telah menghina dasar itu.

“Puteri Umno mendesak Guan Eng supaya menarik balik dakwaan beliau yang menghina pelaksanaan DEB dan boleh menimbulkan rasa kurang senang khususnya di kalangan masyarakat Melayu di negara ini.

“DAP seharusnya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan apa jua kenyataan supaya tidak menyentuh sensitiviti mana-mana kaum. DAP juga tidak seharusnya mencetuskan suasana yang boleh menimbulkan ketegangan kaum demi memastikan keamanan dan keharmonian terus dipertahankan sampai bila-bila,” katanya.

– BERNAMA

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.

PETALING JAYA, 14 Mac (Bernama) — Polis sedang mengesan seorang bekas pekerja firma guaman yang dipercayai terbabit dalam 12 kes penipuan dan pemalsuan dokumen membabitkan kerugian melebihi RM1 juta dalam tempoh dua minggu.

Ketua Polis Daerah Petaling Jaya, Asisten Komisioner Arjunaidi Mohamed berkata polis sedang mencari D.Monaharan, 48, yang beralamat di Blok B-5-11, Kelana Impiana, Jalan SS 8/7, Petaling Jaya, untuk membantu siasatan kes tersebut.

“Suspek menggunakan kepala surat nama dan alamat firma bekas majikannya untuk menipu dan mempengaruhi pelanggan bagi memindahkan wang ke akaun yang didakwa dibuka atas nama firma guaman itu,” katanya kepada pemberita di sini, hari ini.

Orang ramai yang mempunyai maklumat diminta menghubungi Ibu Pejabat Daerah Petaling Jaya di talian 03-79662222.

Selain itu, Arjunaidi meminta orang ramai supaya berwaspada dengan satu sindiket yang mengiklankan peluang melanjutkan pelajaran di universiti di luar negara khususnya dalam bidang perubatan menerusi akhbar-akhbar tempatan.

“Sasaran mereka adalah kalangan pelajar lepasan Sijil Tinggi Pelajaran Malaysia (STPM) yang berminat untuk menyambung pelajaran ke luar negara.

“Penjenayah tahu, kursus perubatan memerlukan kos yang tinggi dan oleh kerana itu mereka mengambil kesempatan dengan mengarahkan mangsa memasukkan sejumlah wang ke akaun mereka, kononnya sebagai wang pendahuluan,” katanya.

Arjunaidi berkata sindiket itu akan meminta pemohon supaya memasukkan wang sebanyak RM25,000 setiap seorang sebagai wang pendahuluan bagi urusan pendaftaran dan perbelanjaan lain termasuk tambang penerbangan.

Berhubung perkembangan kes kehilangan Sharlinie Mohd Nashar, 5, yang hilang lebih dua bulan lepas, Arjunaidi berkata polis kini telah mengubah strategi bagi mengesan kanak-kanak itu.

“Kita sedar, operasi kita mencari Sharlinie dari rumah ke rumah tidak mendatangkan sebarang hasil. Sekarang kami kumpul maklumat perisikan,” katanya.

Sharlinie dilaporkan hilang ketika dalam perjalanan pulang bersama kakaknya Sharliena dari pangan permainan tidak jauh dari rumah mereka di Taman Medan dekat sini pada 9 Jan lalu.

– BERNAMA

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.

isa-sabu.jpg

KUALA LUMPUR, 14 Mac (Bernama) — Raja Perlis Tuanku Syed Sirajuddin Putra Jamalullail berkenan melantik Anggota Dewan Undangan Negeri (DUN) kawasan Bintong Datuk Dr Md Isa Sabu sebagai Menteri Besar Perlis yang baru menggantikan Datuk Seri Shahidan Kassim.

Setiausaha Sulit kepada Raja Perlis, Moh Adib Zakaria dalam kenyataan yang diedarkan kepada wartawan yang berkumpul di hadapan Istana Siraj di sini kira-kira 2.40 petang, berkata pelantikan itu adalah menurut Perlembagaan Negeri, Artikel 39 (2) Undang-Undang Tubuh Negeri Perlis.

Peruntukan itu menyebut Raja hendaklah melantik seorang yang pada fikirannnya mendapat kepercayaan ramai ahli menjadi Menteri Besar bagi mengetuai majlis kerajaan negeri.

“Berdasarkan kepada peruntukan ini dan setelah berpuas hati dengan kemampuannya untuk mendapat sokongan majoriti dari Ahli-Ahli Dewan Undangan Negeri, maka Duli Yang Maha Mulia Tuanku telah berkenan melantik Datuk Dr Md Isa Sabu sebagai Menteri besar Perlis berkuatkuasa 14 Mac 2008,” katanya.

Dr Md Isa adalah bekas Exco kerajaan Perlis sehingga 2004 kerana pilihan raya umum 2004, beliau tidak dicalonkan semula untuk bertanding namun setelah sepenggal berehat, beliau dicalonkan semula bagi kerusi DUN Bintong pada pilihan raya Sabtu lepas.

Pada pilihan raya itu, Dr Md Isa mengalahkan calon PAS Mohd Anuar Mohd Tahir dengan majoriti 2,110 undi. Dr Md Isa mendapat 4,882 undi manakala Mohd Anuar 2,772 undi.

Terdahulu Shahidan dilihat memasuki Istana Siraj kira-kira 11.40 pagi untuk mengadap Raja Perlis dan keluar sejam selepas itu.

Ketika ditemui pemberita sejurus keluar dari perkarangan istana, Shahidan berkata pelantikan beliau sebagai Menteri Besar masih belum diputuskan walaupun telah menerima surat watikah pelantikan daripada Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi pada Selasa lepas untuk menerajui semula negeri Indera Kayangan itu.

“Sekarang ini muktamad daripada Perdana Menteri (jawatan Menteri Besar)… sayalah. Raja ada kuasa untuk menentukan lantik sesiapa,” katanya.

Shahidan yang tergesa-gesa meninggalkan perkarangan istana untuk menunaikan solat Jumaat di Masjid Putrajaya, berkata beliau akan menemui Perdana Menteri untuk perbincangan selanjutnya.

Ditanya mengenai kemungkinan wujud campur tangan daripada pihak tertentu, Shahidan berkata,” Mungkin. Orang itulah. Memang ada orang campur tangan. Ini banyak melibatkan cerita-cerita munafik dan perjanjian yang dilanggari.”

Turut kelihatan sebuah kereta Proton Perdana berwarna kelabu memasuki perkarangan Istana Siraj pada pukul 11.50 pagi yang mendakwa sebagai wakil Anggota Parlimen Kangar Datuk Seri Radzi Sheikh Ahmad.

Hadir sama pada pertemuan itu adinda Raja Perlis Datuk Seri Syed Razlan Putra Jamalullail yang juga ADUN Pauh, yang tiba pada pukul 12.50 tengah hari dan keluar 15 minit selepas itu, diikuti dengan kereta yang membawa wakil Radzi.

Semalam ,Shahidan mengakui ada pihak yang kurang bersetuju dengan pelantikan dirinya sebagai Menteri Besar Perlis dan telah bertemu dengan Abdullah untuk memohon agar beliau tidak diberikan jawatan itu.

Shahidan juga berkata pihak dari dalam kelompok Umno Perlis itu yang sebelum ini telah bersetuju menyokongnya tetapi kini menentang.

– BERNAMA

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.