Bumi memiliki tujuh puncak gunung tertinggi yang mewakili tujuh lempeng belahan bumi. Ketujuh puncak tersebut adalah Mount Everest (8.850 mdpl) dari lempeng benua Asia, Mount Aconcagua (6.958 mdpl) dari lempeng benua Amerika Selatan, Mc.Kinley (6.193 mdpl) dari lempeng benua Amerika Utara, Kilimanjaro (5.894 mdpl) dari lempeng benua Afrika, Vinson Massif (4.897 mdpl) dari lempeng benua Antartika, Elbrus (5.642 mdpl) dari lempeng benua Eropa dan Cartenzs Pyramid (4.884 mdpl) dari lempeng benua Australia. Dari ketujuh puncak gunung telah digapai puncak cartensz pyramid pada Ekspedisi Jaya Cartenzs Universitas Airlangga oleh Wanala pada 1994 dan puncak Kilimajaro pada Ekspedisi Kilimanjaro Airlangga Indonesia tahun 2009 lalu. Selanjutnya Wanala Universitas Airlangga kembali menggarap misi seven summits -nya yang ketiga di tahun 2011 dengan mengambil momentum peringatan hari kebangkitan nasional dan hari jadi kota Surabaya ke-718 dengan destinasi Mount Elbrus, Rusia.
Mount Elbrus sendiri merupakan puncak tertinggi di belahan bumi bagian eropa dan termasuk kawasan pegunungan kaukasus barat, di Kabardino-Balkaria, Rusia, dekat perbatasan Georgia yaitu pada posisi gegografis 43° 21′ 18″ Utara dan 42° 26′ 21″ Timur. Maka tidak mengherankan jika puncak gunung ini tertutup oleh salju abadi sepanjang tahun. Tak terhitung pula banyaknya glacier yang jatuh dari lerengnya, menutup sampai 56 mil. Temperatur di kaki gunung hanya berkisar 21 derajat Celcius, tapi di puncak gunung suhu bisa mencapai minus 20 derajat Celcius. Dengan iklim seperti ini cuaca bisa cepat berubah dari cerah menjadi berkabut, badai pun tak ayal memakan banyak korban pendaki.
Dalam pendakian ini, target Wanala Universitas Airlagga adalah kedua puncak Mt.Elbrus yaitu Western peak (5642 mdpl) sebagai puncak tertinggi dan Eastern peak, 5621 mdpl. Pendakian dengan target 2 puncak sekaligus inilah yang memberi angle berbeda jika dibandingkan pendakian-pendakian lainnya. Sebelumnya memang telah ada beberapa organisasi yang telah melakukan pendakian di Elbrus akan tetapi hanya menggapai puncak barat saja atau yang biasa disebut western peak. Kali ini tim WANALA UA ingin menjadi yang pertama kali menggapai dua puncak kembar yaitu western peak dan eastern peak dalam waktu bersamaan yaitu pada tanggal 20 Mei 2011. Ditetapkan Mei, selain peringatan Hari Kebangkitan nasional, juga secara teknis pada bulan itu sudah memasuki musim peralihan dari musim dingin ke musim panas (summer) dimana pemerintah Rusia mengizinkan untuk melakukan pendakian.
Sejumlah 4 atlet pendaki akan summit sebagai dua tim, menggunakan sistem alpine push. Jalur pendakian yang dilalui kedua tim masih sama dari Terskol hingga nantinya akan dipecah menjadi dua tim saat berada di Saddle pada ketinggian 5416 mdpl, tim 1 menuju Western peak (5642 mdpl), dan tim 2 menuju Eastern peak, 5621 mdpl. Keberhasilan ekspedisi kali ini adalah jika seluruh personel berhasil mencapi puncak, sesuai dengan target tim masing – masing.
Bekerjasama dengan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) di Moscow State University, Moscow, Rusia nantinya akan diadakan Perkenalan Budaya dan Profil Universitas Airlangga. Kegiatan tersebut berorientasi pada program Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bidang pariwisata dan kebudayaan dalam rangka Visit Indonesia. Berbagai proses telah dilalui tim ekpedisi. Dari total 10 orang calon atlet nantinya akan dipilih empat orang yang berangkat menuju Rusia untuk mendaki dua puncak kembar elbrus, Western peak (5642 mdpl) dan eastern peak (5621 mdpl). Selama tahap seleksi tersebut mereka menjalani karantina di Sekretariat Wanala, Gedung Student Centre Kampus C Univ. Airlangga, guna memperoleh pendidikan dan latihan mulai dari pembinaan fisik, pelatihan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat), les bahasa inggris, materi jurnalistik dan materi fotografi yang rutin tiap minggunya. Materi tersebut diberikan sebagai bekal pengetahuan dan kecakapan calon atlet selama di Rusia. Menunjukkan keseriusannya, saat ini persiapan tim sudah mencapai 80% dari target yang telah ditetapkan.
Sementara itu, BUMN produsen semen terkemuka di Indonesia, PT Semen Gresik, bersedia disertakan dalam ekspedisi pendakian oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Wanala) Universitas Airlangga Mei mendatang ke Puncak Elbrus.
Dukungan dalam bentuk sponsor utama itu tertuang dalam penandatanganan nota kesepakatan (Memorandum of Agrement/MoA) antara PT Semen Gresik dengan pihak Universitas Airlangga.
Eko Honeng, mewakili Kepala Bagian Bina Lingkungan PT Semen Gresik, sedangkan Wanala di bawah naungan Direktur Kemahasiswaan Unair Prof. Dr. Drh. Imam Mustofa M.Kes.
Penandatangan MoA tersebut menghadirkan antara lain Kabag Perpajakan dan Asuransi PT Semen Gresik (selaku pembina keolahragaan di PT. Semen Gresik), Zainal Muttaqien, Ketua UKM Wanala Universitas Airlangga Setianto, Ketua ekspedisi Evandra, dan para anggota Wanala. “PT Semen Gresik tertarik mendukung ekspedisi Wanala Unair karena efek dari pendakian ini mempunyai nilai kebanggaan tinggi terhadap keharuman bangsa dan negara,” kata Eko Honeng.
MoA tersebut memberikan “Titel” baru ekspedisi, yang semula bernama Airlangga Indonesia Elbrus Expedition 2011 (AIEE-2011) pun berubah menjadi Airlangga Semen Gresik Elbrus Expedition Indonesia 2011 (ASGEEI-2011).
Setelah Elbrus, sasaran berikutnya adalah puncak Aconcaqua (6.959 mdpl) di Amerika Selatan tahun 2013, kemudian tahun 2016 ke Puncak McKinley (6.194 mdpl) di Amerika Utara. Berikutnya yang keenam tahun 2019 di puncak Vinson Massif (4.808 mdpl) di Antartika.
Mount Everest (8.850 mdpl) di Nepal, India rencananya akan menjadi final destination dari rangkaian “Wanala seven summit project”, pada tahun 2022. Perjalanan yang tidak singkat tersebut akan terekam ke dalam sebuah buku 50 Tahun Wanala yang dipersembahkan untuk almamater mereka, Universitas Airlangga.

This post was submitted by nurkhusnin.

TKI

Demo TKI di Taman Kerang, Kuantan, Malaysia, 1 Oktober 2010

Kini giliran TKI bersuara. Sekitar 200 TKI di sini mengadakan demonstrasi secara aman untuk membantah TINGKAH anggota Benteng Demokrasi Rakyat Indonesia (Bendera) yang mencoba membuat kacau dan mengancam rakyat Malaysia di republik itu.

Mereka berkumpul di Taman Kerang, Kuantan sekitar jam 11 pagi sebelum mengadakan demonstrasi membawa spanduk selama 30 menit. Kebanyakan mereka bekerja di sekitar daerah ini.

Wakil TKI tersebut, Suratman UUM, 40, kecewa dengan ulah Bendera karena mencoba mempengaruhi hubungan baik antara dua negara bertetangga itu.

“Kami ingin Bendera tidak mengganggu rakyat Malaysia yang berada di Indonesia karena kami di sini tidak pernah diganggu sepanjang berada di sini.

“Kita serumpun dan bertetangga, malah hubungan erat antara kedua negara telah terjalin sejak sekian lama.

“Jadi, janganlah kita bergaduh disebabkan hal sepele dan terpencil,” katanya ketika ditemui wartawan di sini hari ini.

Justru, ia yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia dan telah bekerja selama 12 tahun di negara ini mendesak Bendera tidak melanjutkan perbuatan itu.

Pekerja ladang kelapa sawit, Saroni Husain, 48, dari Surabaya, Indonesia dan telah bekerja di negara ini selama 18 tahun mengakui rakyat Indonesia di sini muak dengan tindakan Bendera yang keterlaluan.

“Hubungan Indonesia dan Malaysia adalah seperti saudara … Jadi, tidak perlu kita bertelingkah dan sebaiknya hidup berdampingan secara harmonis,” katanya.

Katanya, segala masalah yang terjadi antara kedua negara dapat diselesaikan dengan membuka agama tanpa membangkitkan kekacauan.

“Selesaikan secara musyawarah. Saya percaya semua hal dapat diselesaikan dengan berbalik ke ajaran Islam,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Daerah Kuantan, Asisten Komisaris Mohd. Jasmani Yusoff ketika ditemukan hari ini mengatakan, pihaknya telah memantau lokasi tersebut untuk memastikan demonstrasi itu dilakukan secara aman.

“Mereka berkumpul secara aman dan melahirkan pandangan mereka sebelum bubar 30 menit kemudian, setelah diminta melakukannya,” katanya.

BENGKALIS - Penolakan masyarakat Kecamatan Bukitbatu terhadap PT RMS dan Koperasi Bukitbatu Darul Makmur tampaknya semakin memuncak. Saat ini sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Korban Amuk Rakus PT RMS (MaKAR-RMS) mendirikan markas juang di Desa Dompas Kecamatan Bukitbatu.

Markas juang yang dijadikan sekretariat itu mulai dibangun sejak sepekan yang lalu. Saat ini para aktivis dan masyarakat saling bahu membahu menyelesaikannya.

“Kita secara bersama-sama mendirikan markas ini sejak Jumat lalu. Peletakan batu pertama dilakukan bersama-sama, antara lain Ketua Kelompok Tani Hulubalang Kebun Desa Dompas Halian Husin, Ketua Kelompok Tani FKPPI Desa Sejangat M Ariadi, Ketua Ikatan Pemuda Desa Dompas Hidayatullah Al Dompasi dan beberapa pejuang lainnya,” ungkap Koordinator Pejuang MaKAR-RMS, Zupyujad Usman, Minggu (25/4).

Kesepakatan lokasi markas di Desa Dompas ini dilakukan melalui rapat di Sekretariat Serikat Tani Riau setelah hearing dengan Komisi A DPRD Riau, 15 April lalu di Pekanbaru.

“Selain strategis karena di posisi tengah dari jangkauan desa-desa yang bersengketa dengan PT RMS di Kecamatan Bukitbatu dan Siak Kecil, Dompas juga merupakan pertahanan terakhir dalam arti desa yang masih menolak secara total bergabung dengan PT RMS dan desa yang belum habis diserobot pembuatan kanal tata batas PT RMS,” kata Zupyujad lagi.

Salah seorang tokoh muda Bukitbatu Erwandi, mengimbau persoalan ini diselesaikan dengan cara baik dan benar-benar memperhatikan unsur-unsur keadilan. Jika terus meruncing dan tidak menemukan jalan keluar, sebaiknya dilakukan sesuai proses hukum. [n man]

Kelompok Advokasi Riau (KAR)
Jl. Takari No. 002
RT IV RW III

Kelurahan Pulau karam

Kecamatan Sukajadi
Pekanbaru – Riau
Post Code 28127

Dipetik dari:

http://groups.yahoo.com/group/lingkungan/message/47940

Berita terkait:
http://catatan-merah-dutapalma.blogspot.com

http://handsoff.blog.dada.net

http://www.slideshare.net/Bembenk

http://blood-oil.blogspot.com/

Oleh Mohd Azis Ngah
azis@bharian.com.my

Bencana manusia atau pemanasan global?

BANJIR kilat di bandar besar di Malaysia adalah perkara biasa kerana negara kita diakui sering menerima jumlah hujan yang banyak sepanjang tahun, ada kalanya melebihi jangkaan mengakibatkan banjir besar.

Jumlah hujan berlebihan ini diakui kesan fenomena cuaca dunia yang tidak stabil, sering berubah dan kadang kala sukar diramal. Banjir kilat berpunca daripada sistem pengairan air yang tidak lengkap, tidak cukup menampung jumlah air berlebihan secara serentak.

Jika berlaku di Malaysia, ia bukannya sesuatu yang pelik atau di luar dugaan, tetapi apabila berlaku di bandar raya di padang pasir dikelilingi gurun, pastinya menjadi tanda tanya bagaimana ia berlaku dan apa puncanya.

Itulah yang berlaku apabila jumlah hujan yang turun di bandar pelabuhan Jeddah minggu meningkat sekali ganda daripada kebiasaannya sepanjang tahun sebanyak 54 milimeter tetap kali ini hujan jumlah hujan yang diterima dianggarkan berukuran 90 milimeter cuma dalam masa enam jam.

Akibatnya, 106 maut manakala 1,400 yang terperangkap diselamatkan pihak berkuasa tempatan dan kebanyakan mangsa yang terbunuh akibat mati lemas atau terbunuh berikutan jambatan runtuh serta kemalangan kenderaan.

Laporan Arab News memetik pakar cuaca, Mansour Almazroui, yang juga Ketua Jabatan Meteorologi Universiti Raja Abdul Aziz, menggesa penduduk Arab Saudi supaya bersedia menghadapi ancaman banjir kilat berikutan lebih banyak hujan lebat, kemarau dan cuaca kering bakal melanda negara itu akibat perubahan cuaca.

Katanya, hujan lebat itu berlaku selepas Semenanjung Arab berdepan kemarau berpanjangan yang menyebabkan masalah kekurangan air dan kebanyakan perigi pula kering.

Pakar Metereologi tempatan yang juga Pengarah Pusat Kajian Antartik Kebangsaan Universiti Malaya, Prof Datuk Dr Azizan Abu Samah, menjelaskan, hujan lebat luar jangkaan itu berlaku akibat perubahan iklim semasa yang berpunca daripada pengaruh angin kebaratan di kawasan Meditterranean.

?Angin di barat tidak stabil dan perubahan itu dibawa masuk ke kawasan Jeddah. Memang diakui bulan November dan Disember adalah musim sejuk atau musim hujan di sana cuma kali ini jumlah hujan lebih banyak daripada biasa.

?Sebenarnya, tanda awal sudah boleh dikesan berdasarkan ribut petir menandakan hujan akan berlaku. Hujan ribut jenis ini biasanya hanya akan turun secara setempat dan kali ini lokasinya ialah di Jeddah,? katanya.

Sekali pun kawasan Jeddah diakui tidak mempunyai sungai atau lembah, Prof Azizan menjelaskan, kemungkinan besar bandar raya Jeddah juga dibina di atas ?wadi? iaitu kawasan subur yang rendah dan menjadi tadahan air, sama seperti di Makkah.

Sehubungan itu, apabila hujan turun dengan jumlah besar, tahap takungan air akan meningkat secara mendadak dan disebabkan sistem pengairan lemah, ia mengakibatkan limpahan kerana jumlah air masuk melebihi jumlah air keluar daripada takungan.

Akibatnya, kira-kira tiga juta penduduk di bandaraya itu ditenggelami air banjir kilat sedalam dua meter dan majoritinya dikatakan panik kerana tidak pernah merasai bencana seperti itu kerana kali terakhir banjir buruk melanda sejak 27 tahun lalu.

?Dalam istilah kajian cuaca, cuaca buruk itu berlaku selepas melalui proses ?return period? (tempoh berulang) selepas 27 tahun lalu. Itu adalah perkara normal, mungkin selepas ini, akan berlaku perkara sama pada 27 tahun akan datang.

?Ada sesetengah kawasan yang dilanda bencana setiap 50 dan 100 tahun. Sebab itulah kena sentiasa bersedia dan secara peribadi, saya rasakan penduduk Jeddah terkejut dan memang tidak bersedia, jauh daripada rakyat Malaysia yang memang biasa dengan banjir banjir besar dan banjir kilat,? katanya.

Katanya, dalam keadaan tidak bersedia disebabkan paras air naik mendadak, pelbagai perkara luar jangkaan boleh berlaku seperti kesesakan teruk di jalan raya, sedangkan jika dibandingkan di Malaysia, ramai warga kota tidak akan keluar jika hujan lebat berterusan kerana bimbang terperangkap dalam kesesakan atau banjir kilat.

Selain itu, Prof Azizan juga tidak menafikan pembangunan pesat di Jeddah yang menjadi pintu masuk utama jemaah haji ke Makkah turut memberi kesan langsung kepada sistem pengairan hujan kerana banyak liang air ditutup akibat pembinaan bangunan dan jalan diturap.

?Apabila liang air diturap dengan tar, air akan mengalir pantas seperti sungai menuju ke kawasan rendah. Sebab itu di Malaysia, kita boleh jumpa banyak longkang besar khas untuk menghadapi hujan monsun secara bermusim.

?Saliran itu juga biasanya dibina untuk menampung jumlah keseluruhan air hujan yang melebihi jumlah sebulan. Ada yang dibina untuk menampung air melebihi jumlah 50 atau 100 hari hujan. Apa yang berlaku di Jeddah ialah hujannya melebihi purata setahun dalam masa enam jam,? katanya.

Ditanya adakah perubahan cuaca buruk itu berlaku akibat pemanasan global, Prof Azizan menegaskan, ia sebenarnya tiada kaitan secara langsung kerana tidak bukti secara tepat, tetapi sedikit sebanyak ancaman itu diakui memberi kesan kepada perubahan iklim.

Saintis sememangnya menyedari dan mengesan perubahan iklim itu bahkan mengakui suhu bumi semakin meningkat dengan meramalkan akan berlaku perubahan cuaca secara ekstrem iaitu tenaga yang dihasilkan petir, ribut dan taufan semakin kuat.

?Perlu diakui, 30 peratus ais di atas permukaan laut di Larsen Field di Timur Antartika sudah hilang selepas ais cair akibat pemanasan. Itu bukti cukup kuat,? katanya. [Berita Harian]

Foto: Nabeel Yasin dan Georgie Weedon

Nabeel Yasin adalah salah seorang penyair Iraq yang paling diraikan masa kini. Dia juga terkenal kerana puisi epiknya, Saudara Yasin (Brother Yasin.) Ketika Yasin masih muda dia merupakan penyair yang sangat-diiktiraf rezim Saddam Hussein.

Kemudian, Saddam Hussein telah mengecop pasportnya dengan perkataan “Musuh Negara”, memaksanya untuk meninggalkan rumahnya, pergi bersembunyi dan akhirnya melarikan diri ke luar negeri.

Ibunya menagis ketika Nabeel hendak meninggalkan kampung halamannya. “Aku pergi 6 bulan saja,” Nabeel cuba menenangkan ibunya. “Ternyata aku baru dapat pulang setelah 27 tahun,” tambahnya kepada wartawan Al-Jazeera dalam program “Witness” yang disiarkan pagi tadi.

Dijuluki ‘Penyair Baghdad’, Nabeel Yasin kini menjadi subjek dari sebuah buku daripada penulis Inggeris Jo Tatchell. Pengalaman hidupnya telah diabadikan oleh Jo Tatchell dalam sebuah buku ‘Nyanyian Nabil’ (Nabeel’s Song), yang telah disenaraipendekkan untuk ‘Costa Book Award’.

Sejak tahun 1990, Nabeel Yasin tinggal di UK bersama isteri dan dua orang anak lelakinya. Kehidupan sebagai seorang buangan boleh menjadi satu kesepian. Dipaksa untuk meninggalkan tanah air tercinta hanya untuk terus-menerus berurusan dengan fikiran-fikiran rakyatnya dan negeri yang mundur.

Penyair kelahiran Iraq ini menyangka puisi-puisinya tidak akan dibaca di tanah airnya. Sebaliknya, karyanya diseludupkan ke Iraq dan segera menjadi simbol perlawanan terhadap rejim Saddam Hussein.

Nabeel Yasin tentangpengasingannya:

Pengasingan adalah idea puitis dalam puisi yang aku tulis di Iraq, sebuah sensasi eksistensial tentang pengusiran dalam waktu dan orang lain. Kemudian, pengasingan menjadi kenyataan, nasib harianku. Dan pengalaman menjadi seorang buangan meresap semuanya, mengasingkan aku daripada bahasaku, menjadikan aku seorang asing di stesen kereta api, lapangan terbang, jalan raya dan jalan hutan berliku.

Ini mengubah caraku memandang segala sesuatu dan semua orang dari wajah-wajah polis hinggalah cop visa di pasportku. Isteri dan anakku telah menjadi korban pengasinganku: seperti dua pokok, aku cuba menanamnya, tanpa kejayaan.

Semakin jauh aku pergi dari tanah airku semakin aku membayangkan aku mungkin dalam perjalanan pulang sekali lagi. Bercakap tentang rumah dan membaca tentang rumah sebagai ganti aku berada di sana.

Sekarang aku di ambang kembali ke tanah airku untuk pertama kalinya dalam dua puluh tujuh tahun. Ketika aku pergi, atas sebab yang aneh, tanah tujuan yang tidak diketahui, aku tidak mengharapkan orang untuk menyambutku. Sering, aku berkata pada diriku sendiri bahawa suatu hari nanti aku akan kembali ke rumah dan di sana aku mendapat sambutan hangat.

Sekarang, saat-saat kepulanganku semakin hampir, aku terkejut kerana begitu banyak keluarga dan kawan-kawanku telah meniggal dunia ataupun pergi, siapa yang akan membuka pintu ketika aku mengetuk, dan siapa pula yang akan ada di sana untuk menyambutku.

Pautan:

Parapat has developed for and with tourism. It has a huge selection of hotels and restaurants but, unfortunately, the last five years have been very quiet and many establishment have closed down, either temporary or for good. Most tourist are local or from neighboring countries. Westerners normally just pass through on their way to Pulau Samosir in Lake Toba.

The town offers scenic surroundings, good eating, and souvenir shopping. As it is only a 3-4 hours ride from Medan the weekends are rather lively. Especially the Saturdays where there is market day in Parapat and from the surrounding countryside. They bring in coffee, tea, ginger, clove and cinnamon.

There is also a minor market day on Thursday. The town has three major parts. One area is along the highway with the bus terminal and where many restaurants are open 24 hours. The main part is on the western. Here are most hotels, the market, and the passenger boats for Tuktuk. The third part is to the south and is called Ajibata. it is administratively a part of the regency Toba Samosir. Here are the car ferry and passenger boats for Tomok.

There is also a market here, but many roads have recently changed names and there is confussion in addresses. There are many souvenir shops along the road down to the market. “Antiques”, hand woven blankets (ulos), carvings, T-shirts, ceramics, cheap clothes, souvenirs are plentiful. It can be cheaper to shop on Samosir, though.

There are some beaches in Parapat. Swimming, however, is much better off Samosir. The Ajibata beach beyond the car ferry harbors has been improved, but is still not very nice. The public beach on the Parapat peninsula is nice, but very crowded with food stalls, paddle boats, etc. The varied landscape of Parapat creates many nice views.

One great view is from the camping ground on Dolok Bangun north of town. Also the hill Dolok Pangulu, in the middle of the town on the Peninsula, has nice views.

Out on the point of the Peninsula is a beautiful and well-kept old Dutch-built villa. The Dutch kept the Indonesian President to be, Ir. Soekarno, here under house arrest for two months in 1948. It is now a guesthouse for government people. The view over the lake is also nice from here.

Monkey Forest
Approximately 3-4 km outside Parapat along the road towards Medan is protected forest with many monkeys, mainly short tailed macaques. It be came a popular hangout of monkeys when a local person started to feed them. He used to call teh monkey with a horn.

After a while it became a popular attraction and the local government took over. Then came the economic crisis and the tourist disappeared.. The first person was asked to take over again. Today not many people visit the monkeys and they have become rather wild. They live in the area and are often visible. The location is in a sharp bend where there are both a new and an old bridge.

Batu Gantung
Once upon a time there was a king with a very beautiful. Many rich princes came to propose to her. The family of the princes chose the prince, whom the princess preferred, and invited his family to negotiate about dowry and wedding arrangements. However, the King secretly preferred another man to marry his daughter, his aunt’s son, the Pariban. As the Pariban was a relative he often visited the palace and gradually he fell in love with the princess. His family was very happy to hear that.

The Pariban discussed the matter with all his relatives, including the King and finally the King changed his mind and chose the Pariban for his daughter. The princess was utterly shocked, but the King did not want to change his mind again. Everyone showed up the wedding party, except the princess.

They had to search for her and eventually she was found, The princess together with her dog and her cat turned into stones. They can today be seen as reliefs on a mountainside near Lake Toba below the monkeys forest. It can only be seen from the Lake.

Girsang I Waterfall
This waterfall is approximately 10 metres high and maybe 3-4 metres wide. It falls into a natural pool where it is nice to take a bath. Above the fall there is a forest and below it are rice paddies. It is located 12 km from Parapat towards Balige.

Lake Toba Festival
THe regency government arranges teh yearly Lake Toba Festival for one week in June or July. There are cultural performances and traditional sports, for example Solu Bolon racing (traditional big canoes

This post was submitted by Tengku Adrian.

Oleh S Effendiuz

MAJALAH.DOMPAS.NET, AHAD – Aktor dan tokoh politik Indonesia, Sophan Sophiaan, meninggal dunia, Sabtu pagi setelah mengalami kemalangan ketika mengenderai motor berkuasa besar Harley Davidson di KM 18-19, perbatasan antara Sragen, Jawa Tengah dan Ngawi, Jawa Timur.

Menurut Antara News, Sophan meninggal dunia akibat luka di sekitar dada pada Sabtu 17 Mei 2008, pukul 09.30 Waktu Indonesia Barat (WIB)

Kemalangan terjadi ketika motor yang dikenderainya terjebak jalan berlubang cukup besar. Sophan Sophiaan terjatuh, mengalami patah kaki dan menderita luka dalam. Selanjutnya, beliau dibawa ke Hospital Sragen dan meninggal sekitar pukul 10.00 WIB.

Allahyarham saat itu mengikuti rangkaian kegiatan mengendarai motor berkuasa besar dengan tema “Jalur Kebangkitan” sempena menyammbut dan menyemarakkan 100 Tahun Kebangkitan Nasional Indonesia.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, melalui staf peribadinya Ari Junaedi menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya Sopan Sophiaan.

Allahyarham adalah rakan seperjuangan Megawati ketika mendirikan PDIP.

Jenazah politikus yang juga aktor senior itu, Sabtu siang langsung disolatkan di Mesjid Raya Al-Falaq Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pada pukul 14.00, jenazah diterbangkan dari Bandara Adisumarmo Solo menuju Jakarta.

Jenazahnya selamat dikembumikan di di Blok AA1 Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, Minggu, diiringi hingga ke liang kubur oleh kedua putranya.

Isterinya , Widyawati, tampak lemah dan tak dapat menahan duka selama acara pemakaman yang berlangsung selama 40 menit itu.

Dalam upacara pemakaman itu, hadir Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie.

Semalam Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono melawat ke rumah duka mengucapkan takziah kepada keluarga Allahyarham

Jenazah diberangkatkan dari rumah duka Jalan Garuda V/C2 N0 1, Bintaro Jaya, Jakarta Selatan, pada pukul 08.15 WIB setelah dilepas oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, M Nuh.

Sophan lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 26 April 1944, meninggalkan dua putra, Roma dan Romi, dan seorang cucu.

Allahyarham mula dikenali ketika berlakon dalam filem Pengantin Remaja (1971) memegang watak Romi bersama Widyawati sebagai Yuli. Filem ini mendapat sambutan hangat ketika itu termasuk juga di Malaysia.

Mereka kemudian berkahwin dan kekal sehingga akhir hayatnya. Pasangan ini dijadikan pasangan misali kerana rumahtangga mereka aman damai dan terhindar dari gosip yang telah menjadi asam garam kalangan selebriti. Filem terakhirnya Love yang diarahkan oleh Kabir Bathia (2008) yang juga dibintangi oleh Widyawati.

Nampaknya pasangan ini bertemu jodoh melalui filem cinta dan berpisah dengan filem cinta juga. Cinta cukup sinonim dengan pasangan bahagia ini.

Dalam politik beliau terkenal tegas dan jujur. Beliau memasuki politik dengan hati nurani suci bertujuan untuk mengubah persepsi kotor dunia politik. Ternyata beliau gagal mencapai tujuannya. Lantas Allahyarham melepaskan jawatan sebagai ahli Parlimen.

Berita dan foto lanjut ==> http://majalah.blogspot.com/

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, Guided-Info.com dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.

Dipetik dari buku Benteng Tauhid oleh Sekumpulan Ulama’: Abdul Rahman al-Sa’dy, Syeikh Abdul Aziz bin Baaz, Syeikh Muhammad Salih al-Uthaimin, Syeikh Abdullah bin Abdul Rahman al-Jabrin, diterbitkan oleh Daar al-Qasim, Riyad, Arab Saudi. Disunting ke bahasa Melayu oleh Syafrein Effendi bin Usman dari terjemahan bahasa Indonesia.

Segala puji bagi Allah dan semoga selawat dan salam sentiasa tercurah untuk Rasulullah (s.a.w), keluarga, para sahabatnya dan untuk seluruh orang yang mengikuti petunjuknya.

Ramai orang yang bertanya tentang hukum memperingati maulid Nabi (s.a.w) dan berdiri bersama ketika peringatan berlangsung serta memberi salam kepada Nabi (s.a.w) dan hal lainnya yang dilakukan orang pada peringatan tersebut.

Jawapannya:

Tidak boleh memperingati hari maulid Nabi (s.a.w) dan maulid (kelahiran) siapa pun kerana hal itu merupakan bid’ah yang diada-adakan dalam agama. Rasulullah (s.a.w), Khulafa’ Rasyidin, dan para sahabat, begitu pula para tabi’in yang berada dalam kurun terbaik tidak pernah melakukannya. Padahal mereka adalah orang yang paling mengerti dengan sunnah dan orang yang paling sempurna cintanya kepada Rasulullah (s.a.w) serta paling konsisten dalam mengikuti syariatnya dibandingkan dengan orang yang datang setelah mereka.

Nabi (s.a.w) bersabda (mafhumnya): “Barangsipa yang mengada-adakan dalam urusan agama kami tanpa ada dasarnya, maka hal itu akan ditolak (tidak diterima).”

Dalam hadis lain beliau bersabda (mafhumnya): “Berpegang teguhlah kamu kepada sunnahku dan sunnah para Khulafa al- Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku, berpegang teguhla dengannya dan hindarilah oleh kamu sekalian hal-hal yang diada-adakan dalam agama. Sesungguhnya setiap hal yang dada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu adalah sesat.”

Dua hadis ini merupakan peringatan yang keras kepada kita agar tidak mengada-adakan bid’ah dan mengamalkannya.

Allah Ta’ala berfirman (mafhumnya):

… dan apa jua perintah Yang dibawa oleh Rasulullah (s.a.w) kepada kamu maka terimalah serta amalkan, dan apa jua Yang dilarangNya kamu melakukannya maka patuhilah laranganNya. [al-Hasyr 59: 7]

… oleh itu, hendaklah mereka Yang mengingkari perintahNya, beringat serta berjaga-jaga jangan mereka ditimpa bala bencana, atau ditimpa azab seksa Yang tidak terperi sakitnya. [al-Nur 24: 63]

Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah (s.a.w) itu contoh ikutan Yang baik, Iaitu bagi orang Yang sentiasa mengharapkan (keredaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang) [al-Ahzab 33: 21]

Dan orang-orang Yang terdahulu – Yang mula-mula (berhijrah dan memberi bantuan) dari orang-orang “Muhajirin” dan “Ansar”, dan orang-orang Yang menurut (jejak langkah) mereka Dengan kebaikan (iman dan taat), Allah reda akan mereka dan mereka pula reda akan Dia, serta ia menyediakan untuk mereka Syurga-syurga Yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; itulah kemenangan Yang besar. [al- Taubah 9: 100]

.. pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu ugama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi ugama untuk kamu. maka sesiapa Yang terpaksa kerana kelaparan (memakan benda-benda Yang diharamkan) sedang ia tidak cenderung hendak melakukan dosa (maka bolehlah ia memakannya), kerana Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. [al-Maidah 5: 3]

Dan banyak lagi ayat-ayat lain yang semakna dengan ini. [Bersambung]

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.

medmedan01.jpg

Adegan ciuman biasa dilakukan di filem-filem Hollywood, namun jika dilakukan secara beramai-ramai di khalayak umum hanya ada di Bali. Tepatnya di Banjar Kaja, kelurahan Sesetan, Kota Denpasar.

Di kampung ini ratusan muda-mudi saling rangkul dan peluk cium dengan lawan jenis di jalan umum dan disaksikan orang ramai pada petang Sabtu, 8 Mac 2008 seperti dilaporkan Antara.

Sekitar 300 jejaka dan dara penduduk Banjar Kaja, mengambil bahagian dalam tradisi peluk cium yang diberi nama “Med-medan”, di sebatang jalan raya Sesetan, di bawah simbahan air hujan buatan.

Peserta meda-medan

Tradisi yang diadakan setiap tahun, yakni sehari setelah umat Hindu menunaikan tapa brapa penyepian menyambut tahun baru Saka 1930, tidak saja dibanjiri ribuan penonton dari sejumlah daerah di Pulau Dewata, tetapi juga para wisatawan mancanegara (pelancong luar negara).

Dengan kamera yang dibawa, beberapa “bule” (orang putih) tampak berusaha mengambil gambar atas adegan yang cukup langka dan unik tersebut, meski mereka harus turut berdesakan dan sesekali terkena air yang disiramkan pihak penyelenggara.

Lokasi meda-medan

Atraksi yang hanya boleh dilakukan pria dan wanita yang masih berstatus bujang dan dara serta khusus bagi penduduk dari Dusun Kaja tersebut, dimulai dengan pengelompokan para peserta.

Peserta pria berkelompok dan berbaris di bagian utara jalan, sedang kelompok wanita berderet di selatan jalan, dengan jarak sekitar 25 meter.

Para penonton berdesakan melihat adegan med-medan

Dari dua arah tersebut, masing-masing kelompok yang sudah mengenakan kaos (baju T) warna putih bertuliskan “Med-medan”, mulai saling bergerak dan bertemu di tengah arena, yang di pingir kiri kanannya dipadati penonton dan panitia pengawas “pertandingan”.

Saat kedua kelompok saling bertemu itulah, mereka kemudian melakukan adegan peluk cium antara pasangan berlawanan jenis.

Adegan “mesra” tersebut baru terhenti setelah pihak penyelenggara atau pengawas “pertandingan” menyiramkan air ke arena “Med-medan”. Namun demikian, tampak pula ada sejumlah peserta yang bandel (degil), mereka tetap “lengket” (melekat) meski telah dua sampai tiga ember (baldi) air disiramkan tepat di atas kepala “pasangan” tersebut.

Peserta meda-medan sedang berbaris

Kelian Banjar Kaja Sesetan I Wayan Sunarya mengatakan, tradisi yang sudah dimulai sejak ratusan tahun silam itu, setiap tahun harus digelar (diselenggarakan) oleh warga di daerahnya.

Pernah acara itu dilarang untuk dilakukan, yakni pada masa jaya-jayanya Orde Baru, ternyata sempat membawa bencana bagi warga di dusun tersebut, baik berupa sakit-sakitan atau musibah lainnya.

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan muncul kembali di lingkungan warga kami itulah, ‘Med-medan’ tetap harus diadakan setiap tahun, yakni sehari setelah Hari Suci Nyepi,” ucapnya.

Peserta yang boleh ambil bahagian dalam kegiatan ini, hanyalah remaja yang berusia antara 17 hingga 30 tahun. Itupun, kata Sunarya, harus mereka yang betul-betul masih berstatus perjaka dan perawan.

“Di luar itu, tidak dibenarkan. Demikian juga penduduk yang berasal dari luar Banjar Kaja, juga tidak boleh ambil bagian, kecuali hanya sekedar hadir untuk menonton,” ujar Sunarya menjelaskan. (Antara)

Majalah.Dompas.net dikelola oleh Syafrein Effendiuz yang juga editor Dompas Networks, dan Artikel Sentral. Dia juga mengelola beberapa blog: Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, dan lain-lain.

Serang (ANTARA News) – Penyebaran virus HIV/AIDS sudah sangat mengkhawatirkan, karena hingga saat ini sudah merata ada di 33 provinsi di Indonesia dan yang paling dominan penularannya melalui hubungan seks bebas dan melalui narkoba suntik, terutama di wilayah Pulau Jawa.

“Penanganan HIV/AIDS oleh pemerintah pusat sudah banyak dan sangat responsif, tapi di pemerintah daerah belum menunjukkan komitemennya secara maksimal,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Dr. Nafsiah Mboi di Serang, Banten, Jumat.

Ditemui di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KPA se-Indonesia di Serang, Banten, Nafsiah mengatakan hingga kni diperkirakan lebih 200 ribu orang di Indonesia terkena virus mematikan tersebut. Sebab, hingga Tahun 2006 sudah ada 193 ribu orang penderita HIV/AID atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sebagian di antaranya masih ada yang belum mengetahui kalau dirinya sudah terkena penyakit tersebut.

Penderita HIV/AIDS, kata dia, paling terutama di kalangan remaja dengan usia umumnya 20 sampai 29 tahun, sedangkan penularannya yang paling dominan, yakni melalui narkoba yang menggunakan jarum suntik dan seks bebas. Bahkan, kecenderungan ke depan penyebaran virus tersebut akan terus bertambah, terutama pada kaum laki-laki yang melakukan seks bebas atau berganti-ganti pasangan.

Dalam upaya pencegahan penularan melalui narkoba suntik, kata Nafisah, ada beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jatim, Yogyakarta, Bali, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara sudah melakukan pelayanan Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM), yakni dengan memberikan Metadon sejenis narkoba sintesis kelas dua dengan sekali suntik dalam sehari namun tidak menyebabkan kecanduan. Tujuannya untuk melakukan terapi bertahap bagi pengguna narkoba suntik tersebut.

Sementara itu, Ketua Kordinator Wilayah KPA Jawa-Bali, Inang Winarso, mengatakan dari perkiraan 220 ribu orang pengguna narkoba suntik, 46 ribu orang diantaranya sudah masuk dalam program pencegahan, salah satunya melalui PTRM, seperti di Jawa Barat dari 80 persen penderita HIV/ Aids yang menggunakan narkoba suntik sudah menurun menjadi 20 persen.

Sementara di Provinsi Banten, kata Winarso, ada sekitar 6.950 orang yang tekena virus HIV, namun baru sekitar 1000 orang yang terungkap. Dengan demikian, masih ada 5.500 orang yang belum diketahui termasuk ribuan yang menggunakan narkoba suntik.

Sedangkan di seluruh Indonesia, baru ada 24 titik lokasi untuk program PTRM yang paling banyak berada di DKI Jakarta yakni ada 11 lokasi, Jawa Barat tiga lokasi, sedangkan di Banten belum ada,` katanya. (Antara)